{"id":8817,"date":"2022-08-23T13:46:40","date_gmt":"2022-08-23T06:46:40","guid":{"rendered":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/?p=8817"},"modified":"2022-08-23T13:46:40","modified_gmt":"2022-08-23T06:46:40","slug":"mahkamah-agung-selenggarakan-seminar-tentang-haki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/mahkamah-agung\/mahkamah-agung-selenggarakan-seminar-tentang-haki\/","title":{"rendered":"MAHKAMAH AGUNG SELENGGARAKAN SEMINAR TENTANG HAKI"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"img-thumb\" src=\"https:\/\/mahkamahagung.go.id\/media\/10676\" alt=\"MAHKAMAH AGUNG SELENGGARAKAN SEMINAR TENTANG HAKI\" \/><\/p>\n<div>\n<p>Jakarta-Humas: Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) merupakan hak yang berasal dari hasil kreasi kemampuan daya pikir manusia yang diekspresikan ke khalayak umum dalam bentuk teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang memiliki manfaat dalam menunjang kehidupan manusia dan mempunyai nilai ekonomi.<\/p>\n<p>Untuk menghadapi semakin kompleks dan beragamnya modus dalam\u00a0pelanggaran Kekayaan Intelektual, maka para Hakim harus memiliki\u00a0pengetahuan terbaru dan melihat perbandingan dengan sistem hukum\u00a0negara\u00a0lain,\u00a0dalam hal ini\u00a0praktek\u00a0peradilan di\u00a0Jepang.<\/p>\n<p>Membahas lebih dalam hal tersebut, Mahkamah Agung Republik Indonesia menyelenggarakan seminar Hak Kekayaan Intelektual pada 22 Agustus 2022 di hotel Borobudur, Jakarta. Seminar ini merupakan kerja sama antara Mahkamah Agung dengan Japan International Agency (JICA) dan kementerian Kehakiman Jepang.<\/p>\n<p>Hadir sebagai pembicara yaitu, Tatsuya Sakamoto dan Shintaro Naito\u00a0dari Departemen Kerja Sama Internasional Jepang. Masing-masing mereka berbicara tentang Sistem Preseden di Jepang dan Ketentuan Pidana untuk HaKI di Jepang.<\/p>\n<p>Ketua Kamar Perdata Mahkamah Agung I Gusti Agung Sumanatha, S.H., M.H, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk menghindari adanya disparitas putusan antara\u00a0perkara\u00a0pidana\u00a0dan\u00a0perkara\u00a0perdata\u00a0dalam\u00a0suatu\u00a0sengketa\u00a0kekayaan\u00a0intelektual. Maka Hakim perdata maupun pidana yang menangani sengketa tersebut harus\u00a0mempunyai landasan pengetahuan yang kuat di bidang Kekayaan Intelektual\u00a0dan\u00a0diupayakan\u00a0adanya\u00a0pemahaman\u00a0yang\u00a0sama\u00a0dalam\u00a0menyikapi\u00a0\u00a0permasalahan hukum yang ada.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, menurut Agung\u00a0peningkatan kapasitas hakim\u00a0pidana maupun perdata dalam penanganan perkara kekayaan intelektual, mutlak\u00a0diperlukan.<\/p>\n<p>\u201cSeminar ini merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan\u00a0kapasitas\u00a0sekaligus\u00a0menyamakan persepsi\u00a0Hakim,\u201d ungkap Agung.<\/p>\n<p>Harapan dan optimisme besar pelaksanaan seminar ini adalah agar Para\u00a0Hakim\u00a0dapat\u00a0mempelajari\u00a0Sistem\u00a0Preseden\u00a0(<em>judicial<\/em>\u00a0<em>precedent<\/em>)\u00a0atau\u00a0Yurisprudensi\u00a0di\u00a0Jepang\u00a0dan\u00a0Ketentuan\u00a0Pidana\u00a0untuk\u00a0HKI\u00a0di\u00a0Jepang\u00a0yang\u00a0nantinya diharapkan akan menambah wawasan Para Hakim dalam mengadili\u00a0perkara\u00a0Kekayaan\u00a0Intelektual\u00a0dan\u00a0dapat\u00a0bekerja\u00a0secara\u00a0profesional\u00a0dan\u00a0menghasilkan\u00a0putusan\u00a0yang\u00a0berkualitas,\u00a0sehingga\u00a0keadilan\u00a0dan\u00a0kesatuan\u00a0hukum\u00a0dapat\u00a0diwujudkan.<\/p>\n<p>Seminar yang dilaksanakan secara hibrid ini diikuti oleh sekitar 72 peserta. Mereka yaitu Hakim Agung, Hakim Yustisial pada Mahkamah Agung, Hakim-hakim se-jabodetabek,\u00a0para hakim dari Kementerian Hukum Jepang<em>, <\/em>perwakilan duta besar Jepang, Japan Internasional Cooperation Agency (JICA), dan yang lainnya. (azh\/PN\/photo:ALF\/SNO)<\/p>\n<p>Sumber : Mahkamah Agung\u00a0 R I<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta-Humas: Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) merupakan hak yang berasal dari hasil kreasi kemampuan daya pikir manusia yang diekspresikan ke khalayak umum dalam bentuk teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang memiliki manfaat dalam menunjang kehidupan manusia dan mempunyai nilai ekonomi. Untuk menghadapi semakin kompleks dan beragamnya modus dalam\u00a0pelanggaran Kekayaan Intelektual, maka para Hakim harus memiliki\u00a0pengetahuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-8817","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mahkamah-agung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8817"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8818,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8817\/revisions\/8818"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}