{"id":9791,"date":"2022-11-07T13:03:25","date_gmt":"2022-11-07T06:03:25","guid":{"rendered":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/?p=9791"},"modified":"2022-11-07T13:03:25","modified_gmt":"2022-11-07T06:03:25","slug":"pertemuan-council-of-asean-chief-justice-ke-10-di-kuala-lumpur-mahkamah-agung-ri-indonesia-melepas-kepemimpinan-cacj-2021-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/mahkamah-agung\/pertemuan-council-of-asean-chief-justice-ke-10-di-kuala-lumpur-mahkamah-agung-ri-indonesia-melepas-kepemimpinan-cacj-2021-2022\/","title":{"rendered":"PERTEMUAN COUNCIL OF ASEAN CHIEF JUSTICE KE 10 DI KUALA LUMPUR: MAHKAMAH AGUNG RI INDONESIA MELEPAS KEPEMIMPINAN CACJ 2021-2022"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"img-thumb\" src=\"https:\/\/www.mahkamahagung.go.id\/media\/10954\" alt=\"PERTEMUAN COUNCIL OF ASEAN CHIEF JUSTICE KE 10 DI KUALA LUMPUR: MAHKAMAH AGUNG RI INDONESIA MELEPAS KEPEMIMPINAN CACJ 2021-2022\" \/><\/p>\n<div>\n<p>Kuala Lumpur &#8211; Humas :Pertemuan\u00a0Council\u00a0of\u00a0ASEAN\u00a0(\u201cCACJ\u201d)\u00a0ke 10 yang diselenggarakan pada 3-6\u00a0November 2022\u00a0di Kuala Lumpur\u00a0yang menjadi pertemuan fisik pertama, setelah dua tahun terakhir pertemuan CACJ dilakukan secara\u00a0online.<\/p>\n<p>Secara historis\u00a0pertemuan\u00a0CACJ\u00a0adalah\u00a0salah satu agenda rutin pada Sidang Umum\u00a0ASEAN Law\u00a0Association\u00a0(ALA)\u00a0yang berlangsung sejak 1978. Agenda ini kemudian\u00a0diinstitusionalisasikan\u00a0oleh para Ketua Mahkamah Agung ASEAN\u00a0sejak tahun 2013 dengan nama ASEAN\u00a0Chief\u00a0JusticeMeeting\u00a0(ACJM)\u00a0pada sidang pertama ACJM di Singapura.Selanjutnya\u00a0dalam rangka sertifikasi ACJM sebagai entitas terafiliasi dengan ASEAN, maka nama ACJM kemudian diubah menjadi CACJ. Saat ini CACJ sejak tanggal 3 Agustus 2016 CACJ telah efektif terdaftar sebagai entitas terafiliasi dengan ASEAN (<em>Entities<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Associated<\/em><em>\u00a0<\/em><em>with<\/em><em>\u00a0ASEAN<\/em>), dan masuk dalam\u00a0Annex\u00a0II ASEAN\u00a0Charter. Sebagai entitas terasosiasi dengan ASEAN, maka CACJ berdiri sejajar dengan ASEAN\u00a0InterParliamentary\u00a0Assembly\u00a0(AIPA) yang merupakan asosiasi parlemen di wilayah ASEAN<\/p>\n<p>Kali ini CACJ dihadiri oleh pimpinan Mahkamah Agung dari 10 negara ASEAN\u00a0terdiri dari tujuh\u00a0Ketua Mahkamah Agung hadir sendiri\u00a0dan 3 perwakilannya, yaitu\u00a0YM\u00a0Muhammed\u00a0Faisal bin Haji\u00a0Kefli\u00a0Judicial\u00a0Commissioner\u00a0of\u00a0the\u00a0Supreme\u00a0Court, Representative\u00a0of\u00a0the\u00a0Chief\u00a0Justice\u00a0of\u00a0the\u00a0Supreme\u00a0Court\u00a0ofBrunei Darussalam, YM\u00a0You\u00a0Ottara\u00a0Vice-President\u00a0of\u00a0theSupreme\u00a0Court,\u00a0Perwakilan Mahkamah Agung Kamboja, YM\u00a0Takdir Rahmadi\u00a0Perwakilan Ketua Mahkamah Agung Indonesia, YM\u00a0Viengthong\u00a0Siphandone\u00a0Ketua Mahkamah Agung Laos,\u00a0RtHon\u00a0Tun Tengku Maimun binti Tuan Mat\u00a0Chief\u00a0Justice\u00a0Federal\u00a0Court\u00a0of\u00a0Malaysia, YM\u00a0Htun\u00a0Htun\u00a0Oo\u00a0Ketua Mahkamah Agung\u00a0Myanmar, YM\u00a0Alexander G.\u00a0Gesmundo\u00a0Ketua Mahkamah Agung Filipina, YM\u00a0Sundaresh\u00a0Menon\u00a0Ketua Mahkamah Agung\u00a0Singapura, YM\u00a0Chotiwat\u00a0Leaungprasert\u00a0Presiden\u00a0Mahkamah Agung\u00a0Thailand,\u00a0dan YM\u00a0Nguyen\u00a0Hoa\u00a0Binh\u00a0Ketua Mahkamah Rakyat Agung\u00a0Republik Sosialis\u00a0Vietnam.<br \/>\n<strong>Chief<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Justice<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Malaysia The\u00a0<\/strong><strong>Right<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Honourable<\/strong><strong>\u00a0Tun Tengku Maimun binti Tuan Mat<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Terpilih Sebagai Ketua CACJ<\/strong><\/p>\n<p>Pada sidang ke\u00a010\u00a0ini\u00a0para Ketua Mahkamah Agung\u00a0ASEAN\u00a0secara aklamasi memilih Ketua\u00a0Federal\u00a0Court\u00a0Malaysia\u00a0The\u00a0Right\u00a0Honourable\u00a0Tun Tengku Maimun binti Tuan Mat\u00a0menjadi ketua CACJ untuk periode 2022-2023\u00a0menggantikan Ketua Mahkamah Agung\u00a0RI YM Prof Dr. M Syarifuddin, SH., MH\u00a0yang\u00a0yang\u00a0selesai\u00a0masa jabatannya.<\/p>\n<p>Secara tradisi, Ketua CACJ adalah Ketua Mahkamah Agung yang menjadi tuan rumah dari Sidang CACJ pada tahun tersebut, dan masa jabatan ketua adalah satu tahun, sampai Sidang CACJ selanjutnya. Malaysia sebagai tuan rumah Sidang CACJ ke 10 secara otomatis juga menjadi Ketua CACJ untuk setahun ke depan. Sementara itu, Sekretariat tetap, sebagaimana telah disepakati pada pertemuan CACJ ke 9, masih akan dikelola oleh Mahkamah Agung Singapura.<\/p>\n<p>Delegasi Mahkamah Agung RI yang hadir pada acara CACJ ke 10 di Malaysia, dipimpin oleh Prof. Dr. Takdir Rahmadi, SH., LLM, dengan anggota Dr. Ridwan Mansyur, SH.,MH, Dr. Sobandi, SH.,MH, Selviana Purba, SH.,M.Hum, serta Dr. Aria Suyudi, SH.,MH.<br \/>\n<strong>Peluncuran\u00a0Pertemuan\u00a0ASEAN<\/strong><\/p>\n<p>Pada pertemuan CACJ ke 9 Pokja ASEAN+\u00a0Meeting\u00a0telah\u00a0meminta otorisasi\u00a0Ketua Mahkamah Agung ASEAN\u00a0untuk menghubungi Mahkamah Agung Jepang, Korea Selatan dan China\u00a0dalam rangka melaksanakan agenda pertemuan ASEAN+.Disepakati bahwa Pertemuan Pembukaan\u00a0(inaugurial\u00a0meeting)\u00a0WG ASEAN+ akan dilakukan 5 November 2022\u00a0pada hari kedua pertemuan CACJ ke 10.\u00a0Pertemuan awal\u00a0ini\u00a0dihadiri oleh para Ketua MA ASEAN dan Ketua Mahkamah Agung\u00a0Korea\u00a0Selatan\u00a0YM\u00a0Kim\u00a0Myeongsu\u00a0dan delegasi\u00a0yang hadir melalui Telekonferensi,\u00a0Ketua Mahkamah Agung\u00a0Jepang\u00a0YM\u00a0TokuraSaburo\u00a0yang\u00a0mengirim pesan video dan mengirimkan peninjau, serta Ketua Mahkamah Agung China YM\u00a0Zhou\u00a0Qiang\u00a0dan delegasi\u00a0yang hadir melalui Telekonferensi.<\/p>\n<p>Adapun topik yang\u00a0dibahas pada\u00a0dialog\u00a0ini terbagi menjadi dua yaitu\u00a0Court\u00a0Technology\u00a0and\u00a0its\u00a0Implementation\u00a0used\u00a0in\u00a0theCourt\u00a0Tasks, dan Legal\u00a0Knowledge\u00a0and\u00a0Experience.<\/p>\n<p>Para ketua Mahkamah Agung tersebut menjelaskan berbagai\u00a0langkah\u00a0strategis\u00a0yang telah diambil pengadilannya\u00a0dalam mengimplementasikan teknologi di pengadilan.\u00a0Sebagai contoh pengadilan China telah banyak memanfaatkan kemajuan teknologi seperti optimalisasi sistem\u00a0sidang berbasis teknologi informasi dan\u00a0mediasi\u00a0online. Menurutnya\u00a0situs web Pengadilan Online China telah menyiarkan lebih dari 20 juta persidangan\u00a0secara\u00a0live, dengan lebih dari 53 miliar kunjungan, sementara itusitus web China\u00a0Judgments\u00a0Online telah menerbitkan lebih dari 130 juta\u00a0putusan.\u00a0Pada Mei\u00a02022, Mahkamah Agung\u00a0China juga\u00a0mengeluarkan Opini tentang Penguatan Aplikasi\u00a0Blockchain\u00a0di Bidang Peradilan, mengusulkan untuk membangun aliansi\u00a0blockchain\u00a0antara pengadilan dan semua lapisan masyarakat, dan selanjutnya memandu penerapan teknologi\u00a0blockchain\u00a0di bidang peradilan.<\/p>\n<p>Sementara itu pengadilan Korea Selatan juga menjelaskan secara rinci\u00a0modernisasi yang telah mereka lakukan di sektor\u00a0litigasi\u00a0elektronik di pengadilan pidana dan perdata. Ketua Mahkamah Agung Jepang juga menjelaskan bahwa mereka\u00a0menekankan penggunaan teknologi \u00a0dengan dua tujuan, yaitu untuk meningkatkan akses, dan kedua, untuk merampingkan administrasi pengadilan.<\/p>\n<p>Ke depannya pertemuan ASEAN+ akan dilanjutkan dengan berbagai agenda dialog yang lebih intensif pada agenda yang sama maupun pada topik lainnya.<\/p>\n<p><strong>Deklarasi\u00a0<\/strong><strong>Kuala Lumpur<\/strong><strong>:\u00a0<\/strong><strong>Memperkuat Agenda\u00a0<\/strong><strong>Kerja\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Sidang ke\u00a010\u00a0CACJ berhasil menyepakati Deklarasi\u00a0Kuala Lumpur\u00a0yang menyepakati 28\u00a0butir kesepakatan yang akan memandu\u00a0kerja-kerja CACJ ke depannya.\u00a0Ada beberapa hal penting\u00a0yang disepakati dalam deklarasi Singapura,<\/p>\n<p>1.\u00a0Terkait dengan pengelolaan ASEAN\u00a0Judiciary\u00a0Portal (AJP),<\/p>\n<p>a.\u00a0agar semua Peradilan ASEAN bekerja untuk menyediakan dan secara teratur memperbarui konten dan pengumuman\u00a0pada AJP, termasuk halaman yang berkaitan dengan tindakan terkait COVID-19, lingkungan peradilan, hukum dan bisnis,\u00a0TrainingMarketplace, dan\u00a0Case\u00a0Repository.<\/p>\n<p>b.\u00a0Persetujuan untuk membuat\u00a0Task\u00a0Force\u00a0social\u00a0Media\u00a0dibentuk berdasarkan kerangka acuan yang disetujui, dan\u00a0Task\u00a0Force\u00a0tersebut untuk melaporkan kemajuan dan rekomendasinya pada pertemuan CACJ berikutnya<\/p>\n<p>2.\u00a0Persetujuan untuk\u00a0Working\u00a0Group\u00a0on\u00a0Service in\u00a0CivilProcess\u00a0in ASEAN untuk<\/p>\n<p>a.\u00a0Menyetujui\u00a0rancangan final Model\u00a0Rule\u00a0tentang Pengambilan Barang Bukti pada peradilan asing dalam perkara perdata dan niaga (Taking\u00a0of\u00a0Evidence\u00a0forforeign\u00a0Proceedings\u00a0in\u00a0civil\u00a0commercial\u00a0matters) yang dipresentasikan pada Pertemuan CACJ ke-10 dan merekomendasikannya untuk diadopsi sesuai dengan hukum masing-masing Negara Anggota ASEAN, peraturan, dan kerangka hukum dengan penyesuaian yang diperlukan oleh masing-masing negara dan menerbitkannya dalam AJP untuk dapat diakses oleh peradilan ASEAN.<\/p>\n<p>b.\u00a0mempertimbangkan dan membahas penerbitan Memorandum\u00a0Guidance\u00a0on\u00a0Enforcement\u00a0of\u00a0Money\u00a0Judgments\u00a0di ASEAN dan untuk menyerahkan rekomendasi untuk pertimbangan CACJ pada pertemuan CACJ berikutnya.<\/p>\n<p>c.\u00a0untuk mempertimbangkan dan mempertimbangkan protokol untuk Komunikasi Pengadilan dalam Proses Perdata dan untuk menyerahkan rekomendasi untuk pertimbangan CACJ pada pertemuan CACJ berikutnya<\/p>\n<p>d.\u00a0mempertimbangkan untuk membahas perubahan nama Kelompok Kerja dari\u00a0Working\u00a0Group\u00a0on\u00a0Service in\u00a0Civil\u00a0Process\u00a0in ASEAN menjadi\u00a0Working\u00a0Group\u00a0onCivil\u00a0Proceedings\u00a0within\u00a0ASEAN<\/p>\n<p>e.\u00a0menyetujui\u00a0draft\u00a0naskah\u00a0Kerangka\u00a0tata Kelola\u00a0Kecerdasan\u00a0Buatan\u00a0bagi\u00a0peradilan\u00a0ASEAN (AI Governance Framework)\u00a0untuk\u00a0dapat\u00a0diadopsi\u00a0oleh\u00a0peradilan\u00a0ASEAN\u00a0sepanjang\u00a0sesuai\u00a0dengan\u00a0peraturan di negara ASEAN tersebut dan penyesuaian seperlunya, serta diterbitkan pada portal AJP.<\/p>\n<p>3.\u00a0Menyetujui Kelompok Kerja\u00a0Cross\u00a0Border\u00a0DisputesInvolving\u00a0Children\u00a0untuk<\/p>\n<p>a.\u00a0Mengadopsi suatu nilai, aspirasi dan prinsip bersama bagi peradilan ASEAN dalam perkara sengketa anak lintas negara pada ASEAN;<\/p>\n<p>b.\u00a0Menyetujui untuk mengeksplorasi kemungkinan untuk menampilkan daftar mediator dan organisasi yang menyediakan mediasi bagi sengketa lintas batas yang melibatkan anak;; dan<\/p>\n<p>c.\u00a0Setuju untuk mengadakan ASEAN Family\u00a0JudgesForum ke 3 pada 2023.<\/p>\n<p>4.\u00a0Terkait dengan Kelompok Kerja\u00a0Judicial\u00a0Education\u00a0&amp;\u00a0Training\u00a0untuk<\/p>\n<p>a.\u00a0Mengakui pendekatan dari ASEAN-Australia\u00a0CounterTrafficking\u00a0(ASEAN-ACT) untuk mendukung pelaksanaan program Kelompok Kerja\u00a0JudicialEducation\u00a0and\u00a0Training.<\/p>\n<p>b.\u00a0Menyetujui\u00a0kerjasama\u00a0antara\u00a0Kelompok Kerja\u00a0JudicialEducation\u00a0and\u00a0Training\u00a0dengan Asian Development Bank\u00a0unntuk\u00a0mengembangkan\u00a0online\u00a0LearningManagement\u00a0System yang dapat digunakan oleh hakim ASEAN.<\/p>\n<p>c.\u00a0Menerima tawaran dari Malaysia untuk mengadakan pelatihan atau membantu pelaksanaan program pelatihan\/workshop\u00a0tentang pelaksanaan Manajemen Perkara dan Persidangan Online dan Banding bagi peradilan ASEAN.<\/p>\n<p>5.\u00a0Bagi Kelompok Kerja pertemuan ASEAN+ untuk menjajaki peluang untuk berbicara dengan negara lainnya.<\/p>\n<p>6.\u00a0Persetujuan untuk mengadakan\u00a0retreat\u00a0Ketua Mahkamah Agung ASEAN untuk dilakukan setiap 10 tahun sekali untuk melakukan refleksi atas capaian organisasi serta menentukan agenda strategis dalam sepuluh tahun ke depan,\u00a0dimanapertemuan pertama akan dilaksanakan 2023 di Malaysia dan oleh karena itu pertemuan CACJ ke 11 akan ditunda sampai 2024.<\/p>\n<p>7.\u00a0Persetujuan untuk dibentuknya kelompok kerja baru tentang Pelaksanaan Persidangan melalui Video\u00a0Conferencing\u00a0sesuai usulan dari Filipina, dan menunjuk Filipina sebagai Ketua Kelompok Kerja tersebut.<\/p>\n<p><strong>Orientasi Jangka Panjang<\/strong><\/p>\n<p>Dari sini terlihat, bahwa CACJ telah berkembang menjadi organisasi yang makin kompleks, dengan berbagai agenda kerja yang kompleks. Berhasilnya pertemuan CACJ+ menunjukkan bahwa dialog seperti ini akan sangat bernilai\u00a0dan ini terlihat dari keputusan para KMA ASEAN untuk\u00a0menyelenggarakan\u00a0retreatKMA ASEAN di tahun 2023 untuk melakukan refleksi dan perencanaan strategis untuk melangkah lebih jauh ke depannya.(Dr. H. Sobandi, S.H., M.H &amp; Aria Suyudi)<\/p>\n<p>Sumber : Mahkamah Agung R I<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kuala Lumpur &#8211; Humas :Pertemuan\u00a0Council\u00a0of\u00a0ASEAN\u00a0(\u201cCACJ\u201d)\u00a0ke 10 yang diselenggarakan pada 3-6\u00a0November 2022\u00a0di Kuala Lumpur\u00a0yang menjadi pertemuan fisik pertama, setelah dua tahun terakhir pertemuan CACJ dilakukan secara\u00a0online. Secara historis\u00a0pertemuan\u00a0CACJ\u00a0adalah\u00a0salah satu agenda rutin pada Sidang Umum\u00a0ASEAN Law\u00a0Association\u00a0(ALA)\u00a0yang berlangsung sejak 1978. Agenda ini kemudian\u00a0diinstitusionalisasikan\u00a0oleh para Ketua Mahkamah Agung ASEAN\u00a0sejak tahun 2013 dengan nama ASEAN\u00a0Chief\u00a0JusticeMeeting\u00a0(ACJM)\u00a0pada sidang pertama ACJM di Singapura.Selanjutnya\u00a0dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-9791","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mahkamah-agung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9791"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9791\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9792,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9791\/revisions\/9792"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-tegal.go.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}