Select Page

Tegal, 11 April 2025 – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memperkuat keimanan setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan, Pengadilan Negeri Tegal menggelar Pengajian Halal bi Halal 1446 H pada Jumat pagi (11/4) di Ruang Auditorium PN Tegal. Acara dimulai pukul 07.30 WIB dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, seluruh hakim dan pegawai.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pengadilan Negeri Tegal, Bapak Muhammad Buchary Kurniata Tampubolon, SH MH yang dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi momen untuk memperkuat kebersamaan, mempererat hubungan antarpegawai, dan memperbaharui semangat spiritual setelah sebulan penuh ditempa dalam ibadah Ramadan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ust. M. Fadil Arrobani, pengajar dari SD Al Khairiyyah Kota Tegal, yang membawakan lantunan ayat dengan khidmat dan menyentuh hati.Kemudian acara inti diisi dengan mauidzoh hasanah oleh Ustadz Reza Zaldi, S.IP., CH., CHt., dosen mentoring dari Politeknik STIBISNIS Tegal. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan moral dan spiritual yang membumi, mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai titik balik dalam memperbaiki diri.
Tiga pesan utama yang disampaikan oleh Ustadz Reza Zaldi dalam tausiyahnya merupakan nilai-nilai penting yang dilatih selama bulan Ramadan dan perlu dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Perbanyak Sedekah dan Jangan Menjadi Orang yang Pelit
Selama Ramadan, umat Muslim dilatih untuk peduli dan berbagi melalui zakat, infak, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Ustadz Reza menekankan bahwa kebiasaan berbagi ini jangan berhenti setelah Ramadan. Rezeki yang kita miliki adalah titipan Allah SWT, dan dengan bersedekah kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membuka pintu keberkahan.
2. Kendalikan Emosi dan Hindari Marah
Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri, tidak hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari amarah dan perilaku buruk. Ustadz Reza mengajak seluruh hadirin untuk menjaga kestabilan emosi, memperbanyak dzikir, dan tidak mudah tersulut emosi. Jika saat puasa kita bisa menahan amarah, maka seharusnya setelah Ramadan kita lebih terbiasa bersikap sabar.
3. Biasakan Memaafkan dan Lapang Dada
Ramadan merupakan momen pembersihan jiwa dan hati. Di akhir Ramadan, semangat saling memaafkan dalam Idulfitri menjadi puncaknya. Oleh karena itu, Ustadz Reza mengingatkan pentingnya membiasakan diri untuk memaafkan, tidak menyimpan dendam, dan menjaga ukhuwah. Memaafkan adalah bentuk kemuliaan akhlak yang menjadi inti ajaran Islam.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Reza, memohon agar keluarga besar PN Tegal senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kelapangan hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Skip to content